APBD Terbatas, Bupati Minta Doa Warga Supaya Bisa Bangun Jalan Cidaun – Londok

Naik Sisingaan : Bupati Cianjur H. Irvan Rivano Muchtar dan Ibu Hj. Ratu Eliesye Irvan didaulat warga desa Mekarjaya Kecamatan Cidaun naik ke atas punggung seni tradisi ‘Sisingaan’ . Upacara adat ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan rakyat terhadap pemimpinnya yang telah menjadi tradisi turun temurun di wilayah ini.

#INFOCJR – Bupati Cianjur, H. Irvan Rivano Muchtar, meminta doa warganya supaya diberi kemampuan berikhtiar untuk membangun jalau Cidaun – Londok sepanjang 35 KM yang menghubungkan delapan desa yang dilalui di wilayah Kecamatan Cidaun Cianjur Selatan. Jalur ini merupakan jalur alternatif yang cukup strategis di wilayah perbatasan Cianjur – Kabupaten Bandung dan Cianjur – Kabupaten Garut.

“Kami tentu saja sangat berharap warga bisa turut berdo’a agar Pemkab Cianjur diberikan kemampuan berikhtiar untuk membangun jalan ini, hal ini perlu dilakukan karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cianjur sangat terbatas,” kata Bupati dihadapan ribuan warga yang menghadiri kegiatan Program Percepatan Pembangunan #CianjurNgawangunLembur yang ke-85 di Desa Mekarjaya Kecamatan Cidaun, Rabu (19/4/2017).

Disebutkan Bupati, selama ini Pemkab Cianjur telah melakukan berbagai upaya termasuk pemangkasan anggaran dan memberikan prioritas kepada pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan. “Dari keseluruhan anggaran untuk percepatan pembangunan dibidang infrastruktur ini lebih dari 70 persennya dikucurkan untuk wilayah Cianjur Selatan,” sambungnya.

Menurut Bupati, mengapa Cianjur selatan ?. Hal ini disebabkan karena kondisi infrastruktur di wilayah ini lebih membutuhkan sentuhan lebih banyak. “Jalan yang kondisinya rusak parah dan paling banyak membutuhkan percepatan pembangunan memang berada di wilayah Cianjur Selatan, salah satunya jalur Cidaun – Londok ini,”papar Bupati Irvan didampingi isteri tercinta Hj. Ratu Eliesye Irvan.

Pantaun INFOCIANJUR di lapangan, sebelum mengunjungi Desa Mekarjaya, Bupati dan rombongan yang terdiri dari para kepala dinas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, terlebih dahulu singgah di Desa Puncakbaru Kecamatan Cidaun. Untuk menuju ke wilayah desa paling ujung di wilayah Cianjur Selatan itu dari ibu kota kecamatan Ciidaun harus ditempuh dengan kendaraan roda dua.

Kondisi dan medan jalan yang sangat rusak tak mungkin bisa dilalui kendaraan roda empat. Sebagian pengendara yang nekat masuk wilayah ini melalui jalur Cidaun – Cibuluh – Londok sudah dipastikan akan terjebak di tengah jalan. Beberapa pengguna jalan terpaksa harus memutar melalui jalur Ciwidey Kabupaten Bandung atau melalui Rancabuya Kabupaten Garut.

Waktu tempuh menuju Desa Mekarjaya dan Puncakbaru dari ibu kota Kabupaten Cianjur melalui jalur Kecamatan Cidaun bisa mencapai 9 jam dengan kecepatan rata-rata 45 Km/jam. “Supaya waktu tempuh sedikit lebih pendek kita bisa berada di desa Mekarjaya melalui jalur Ciwidey Kabupaten Bandung,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Cianjur, Pratama Nugraha, kepada INFOCIANJUR disela-sela acara #CianjurNgawangunLembur di desa tersebut.

Dalam kesempatan itu Bupati Cianjur didaulat naik ‘Sisingaan’, sebuah tradisi di Desa Mekarjaya dan Puncakbaru saat menerima tamu kehormatan. Diiringi beberapa tarian dan pentas kesenian daerah lainnya, kehadiran Bupati dan rombongan di desa itu disambut antusias warga.

Mereka berharap kehadiran Bupati dan rombongan dapat mendatangkan semangat baru bagi warga di daerah ini. “Kami tentu saja sangat bangga , desa kami bisa kedatangan bupati. Mudah-mudahan kedepannya desa kami bisa lebih maju dan berkembang seperti desa-desa lainnya di perkotaan,” sambung Iyan (45) warga Desa Mekarjaya saat antri menunggu pembuatan KTP keluarganya di Posko Layanan Cepat Pembuatan Dokumen Kependudukan yang diselenggarakn Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di acara tersebut. (Deon)

Share This:

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *