Teh Isye Ikuti Pembekalan Kepribadian dan Kepemimpinan di Kemendagri

Ibu Hj. Ratu Eliesye Irvan istri tercinta Bupati Cianjur, H. Irvan Rivano Muchtar, saat mengunjungi warga yang tengah mendapatkan pelayanan medis saat Kegiatan Program Percepatan Pembangunan #CianjurNgawangunLembur di Desa Cirumput Kec. Cugenang beberapa waktu lalu / @infocianjur

#INFOCJR – Hj. Ratu Eliesye Irvan istri Bupati Cianjur H. Irvan Rivano Muchtar selama empat hari mengikuti acara pembekalan pengembangan kepribadian dan kepemimpinan bagi Isteri Bupati/Wali Kota dan Istri Wakil Bupati/Wakil Wali Kota se Indonesia tahun 2017 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Jakarta.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Cianjur, Pratama Nugraha, kepada INFOCIANJUR mengatakan, kegiatan pembekalan bagi isteri kepala daerah ini bersamaan pelaksanaanya dengan pelatihan kepemimpinan bagi kepala daerah.

“Jadwal pelaksanaanya selama empat hari dimulai dari tanggal 27-30 April 2017. Jadi selain Bapak Bupati H. Irvan Rivano Muchtar, Ibu Bupati Hj Ratu Eliesye Irvan atau Teh Isye juga ikut serta sekalian kegiatan pelatihan ini,” kata Pratama.

Menurut Pratama, pelatihan yang diikuti kepala daerah dengan isteri kepala daerah meskipun dalam waktu bersamaan tetapi materi yang dibahas dalam kegiatan itu berbeda.

“Kalau kepala daerah/wakil kepala daerah penekanan pembekalannya lebih kepada pelatihan kepemimpinan sedangkan pelatihaan bagi istri kepala daerah/wakil kepala daerah penekanannya lebih kepada pengembangan kepribadian dan kepemimpinan,” katanya.

Majukan Daerah

Sementara itu Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur saat membuka Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri Bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala daerah Tahun 2017 mengingatkan kepala daerah untuk terus memajukan daerah masing-masing.

“Gunakan momentum ini untuk memajukan daerahnya, menggerakkan aparatur sipil negara. Maju tidaknya suatu daerah tergantung pemimpinnya,” ujar Asman Abnur di Auditorium Gedung F Lantai 4 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Jl Taman Makam Pahlawan No 8, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (27/4/2017) lalu.

Asman menjelaskan pemimpin daerah bukanlah penguasa, melainkan pelayan masyarakat. Karena itu, kepala daerah harus menjadi pemimpin masyarakat, bukan hanya sebagai perangkat birokrasi.

“Tidak hanya memimpin petugas di daerah, juga memimpin masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Asman juga menekankan pentingnya memahami Undang-undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Di dalamnya disebutkan bahwa Presiden adalah pembina tertinggi yang bisa mengangkat atau melengserkan kepala daerah.

“Selama jabatannya, presiden dapat mengangkat, melakukan pemindahan, dan pemberhentian pejabat,” tegasnya.

Acara ini diikuti oleh 105 kepala daerah yang telah dilantik pada Desember 2015 lalu dengan narasumber antara lain dari Menkeu, BPK, PPATK, Polri dan Kejaksaan. ***

Share This:

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *