You are here
Home > CAKRAWALA > Nobel 2017 Diberikan Pada Beatrice Fihn dan Hiroshima Setsuko

Nobel 2017 Diberikan Pada Beatrice Fihn dan Hiroshima Setsuko

#INFOCJR – Ketika Beatrice Fihn menerima telepon pada tanggal 6 Oktober yang menginformasikan bahwa kelompoknya, Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir (ICAN), telah mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian. Awalnya dia mencurigai hal tersebut sebuah lelucon.

Seperti diberitakan SAYANGI.COM, pemberian Nobel Perdamaian itu ditujukan pada ICAN, kelompok yang memiliki tujuan yang dinilai luar biasa. Fihn dan timnya mendirikan ICAN pada 10 tahun lalu dengan misi penghilangan penuh sekitar 15 ribu hulu ledak nuklir di dunia.

ICAN, sebuah koalisi global dari 440 organisasi mitra yang tersebar di 98 negara. Fihn dan teamnya terhormat atas upayanya untuk memajukan Perjanjian mengenai Larangan Senjata Nuklir, yang berhasil diselesaikan oleh dua pertiga anggota 192 Perserikatan Bangsa-Bangsa pada musim panas ini.

Perjanjian tersebut akan melarang penggunaan senjata nuklir, baik produksi serta kepemilikan. Perjanjian tersebut terbuka untuk diratifikasi,dan akan menjadi hukum internasional setelah 50 negara menandatangani kontrak.

Negara-negara tersebut hampir pasti tidak termasuk anggota klub nuklir A.S., Rusia, China, Inggris, Prancis, Pakistan, India dan Korea Utara. (Israel juga diyakini memiliki senjata nuklir, namun negara tidak mengkonfirmasi atau membantahnya.)

Negara-negara bersenjata nuklir menentang perjanjian tersebut, dengan alasan bahwa pencegahan nuklir telah membantu menjaga perdamaian antara negara-negara besar melalui era pascaperang. “Kita harus bersikap realistis,” ungkap Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley saat perundingan perjanjian yang telah dimulai pada bulan Maret lalu.

Namun, meningkatnya ketegangan dengan Korea Utara yang memiliki senjata nuklir serta fakta yang tidak nyaman, bahwa Presiden Trump yang seringkali tidak menentu tentang kebijaksanaannya terkait senjata nuklir.

Dan Fihnpun realistis bahwa senjata nuklir tidak akan dihapuskan dalam semalam. Namun perempuan 35 tahun ini optimis atas perjanjian sebelumnya yang melarang senjata biologis dan ranjau darat akhirnya menyebabkan amunisi semacam itu dihapus.

Dia yakin larangan senjata nuklir dapat membantu mengubah masyarakat melawan senjata pemusnah massal yang benar-benar mengerikan ini. Sedangkan untuk Trump, Fihn mencatat, “jika Anda merasa tidak nyaman dengan senjata nuklir di bawah Donald Trump, Anda mungkin tidak nyaman dengan senjata nuklir.”

Nobel Perdamaian di Oslo akan diberikan pada 10 Desember waktu setempat. Nobel Perdamaian tahun ini juga diberikan kepada Korban Selamat Bom Heroshima Setsuko Thurlow.

infocianjur
INFOCIANJUR dari Cianjur untuk Indonesia
http://infocianjur.com

Similar Articles

Tinggalkan Balasan

Top