You are here
Home > NEWS > Cianjur Ngawangun Lembur > Explorasi Sarongge, 32 Barista Adu Terampil di Cianjur

Explorasi Sarongge, 32 Barista Adu Terampil di Cianjur

#INFOCJR – Tiga puluh dua barista adu terampil di Cianjur. Lewat sistem battle, tanding satu lawan satu, mereka coba merebut perhatian lidah tiga juri, yang tentunya sangat terlatih mencicip berbagai rasa kopi. Para petanding itu memakai alat seduh manual. Mereka bebas menggiling sendiri biji kopi yang disediakan panitia. Mereka berkreasi mencari ukuran, dan berat yang menghasilkan cita rasa terbaik.

Tanding seharian penuh, pada 22 September 2017 lalu, akhirnya dimenangkan Eri Sutrisno, penikmat kopi dari Jakarta. Ia menyingkirkan seduhan barista dari Bandung, Bogor, Cianjur, Tangerang, juga Karawang. Catatan ini sangat terlambat, kalau mengurai jalannya pertandingan. Tetapi, ia layak ditulis, sebagai dokumentasi tentang greenbean yang dipakai para peserta.

Negri Kopi senang, diajak terlibat dalam kompetisi ini, dengan menyediakan greenbean untuk peserta. Pasalnya, kami pendatang baru dalam produksi kopi. Ini baru tahun pertama kopi Sarongge diproduksi. Jadi, sempat cemas kalau kualitasnya tak memenuhi harapan panitia. Tapi, kami beranikan diri, memilih 12 kg greenbean terbaik dari stok yang sangat minim. 7 kg dari proses fullwash dan 5 kg dari proses natural. Greenbean itu disangrai oleh panitia, dan sebagian dikirim ke peserta untuk berlatih.

“Rasanya unik. Ada buah-buahan segar. Dan sedikit manis di ujungnya,” kata seorang peserta. Ia mendeteksi ada jejak leci, dan strawberry dalam buah- buahan itu. Asamnya lembut, dan body sedang. Itu karakter Kopi sarongge yang sering kami sebut “cita rasa dari hutan yang terjaga”

Sungguh hadiah yang tak ternilai, mendapat konfirmasi itu. Kami memang ingin memproduksi kopi enak, yang akrab kembali dengan hutan. Bukan saja karena Aslinya kopi memang tumbuhan hutan , tetapi juga riwayat petani Sarongge yang akrab dengan hutan – Mereka sukses menghutankan lagi area taman nasional yang pernah Rusak.

“Greenbean ini scorenya bisa 83,” kata seorang juri. Walupun itu bukan penilaian panel yang sistematis, pendapatnya sungguh melecut semangat. Score greenbean biasanya diuji oleh panel, dengan metode yang ditetapkan SCAA. Kopi yang melampaui angka 80, bisa disebut masuk specialty.

Kopi terbaik Indonesia belum pernah ada yang melampaui score 87.  Apalagi mencapai 90. Ini merupakan tantangan buat produsen kopi kita. Dengan tanah subur, iklim yang cocok mestinya kita bisa bikin kopi berkualitas. Tantangannya memang sejak hulu pertaniannya. Bibit unggul. Pola tanam yang bagus.  Sampai pasca panen yang terjaga. Kopi Sarongge adalah sebuah upaya untuk hasil yang terbaik. (Tosca Santoso, Negrikopi)

Similar Articles

Tinggalkan Balasan

Top