You are here
Home > WISATA > Negri Kopi > KOPI : Tanaman Pelindung

KOPI : Tanaman Pelindung

#NEGRIKOPI – Kopi aslinya adalah tumbuhan hutan. Jadi, ia biasa tumbuh bersama kerumunan tumbuhan lain. Tidak bagus kalau kopi ditanam di tempat terbuka, tanpa pelindung.

Kebun-kebun kopi di Dataran Tinggi Gayo, Aceh, kalau dilihat dari jauh, seperti hutan lamtoro. Kopinya tak mencolok, tapi subur di bawah naungan. Terinspirasi oleh praktek petani Gayo, kebun baru Negri Kopi di Sarongge Girang, dimulai dengan menanam pohon pelindung.

Bibit Kopi Sarongge dari Negri Kopi Kampung Sarongge Desa Ciputri Kec. Pacet Cianjur

Kebun itu terletak di ketinggian 1535 mdpl, di kiri jalan setapak menuju Perkemahan Sarongge. Hanya sekitar 300 m dari area reforestasi yang pernah dikerjakan petani Sarongge beberapa tahun lalu. Jalan setapak itu ratusan kali, kami lalui saat menghutankan kembali bukit-bukit di Pasir Sarongge.

Tentu saja, jalan yang penuh kenangan.

Kamis lalu, saya, Pak Sopian, Mang Ee dan Kang Dura, menandai bekas kebun sayur Mang Ece dengan ajir. Tanda untuk meletakkan pohon pelindung dan sekaligus calon bibit kopi. Di atas kebun sekira 6 patok itu, akan ditanam kopi Arabica. Varietasnya campuran : Andungsari, Lini S, Sigarar Utang dan Typica.

Di sini Kopi Sarongge nanti ditanam

Sebelum kopi ditanam, kami tanam lamtoro dan alpukat. Lamtoro digunakan untuk tanaman pelindung, dengan rasio 4 :1. Tiap 4 batang kopi akan disandingi 1 pohon lamtoro. Daun lamtoro yang rontok, menjadi pupuk tambahan untuk kebun yang direncanakan organik.

Alpukat ditanam dengan jarak 9 m di tepi kebun. Untuk menahan angin, yang di lereng Gunung Gede ini biasanya cukup kencang pada bulan-bulan Desember-Februari. Angin yang terlalu kencang, dapat menggugurkan bunga kopi, hingga tak sempat jadi buah.

Sisi kiri kebun tak perlu tanaman pelindung atau penahan angin. Sebab kami beruntung, ada batas alam yang luar biasa : hutan Gede Pangrango yang rimbun terjaga.

Kebun ini akan jadi etalase, negri kopi yang menjanjikan cita rasa kopi dari hutan yang terjaga. (Tosca Santoso)

Similar Articles

One thought on “KOPI : Tanaman Pelindung

Tinggalkan Balasan

Top