You are here
Home > WISATA > Jalan-Jalan > Tosca Santoso : Giatkan Tani Kopi Cianjur!

Tosca Santoso : Giatkan Tani Kopi Cianjur!

#INFOCJR – Pertanian kopi adalah kebun-kebun rakyat yang tersebar beragam ukuran. Lebih dari 90% kebun kopi di Indonesia, dikelola keluarga-keluarga tani. Bukan perusahaan besar. Apalagi di Jawa, kebun-kebun kopi itu umumnya sangat sempit. Tak jarang, kopi malah hanya dijadikan tanaman sela atau pagar.

Begitu pun di Sarongge Desa Ciputri Kec. Pacet Cianjur, yang kebanyakan petaninya bergantung pada sayur-mayur. Introduksi kopi di wilayah ini hanya dapat dilakukan untuk tanaman pagar, batas, atau penahan erosi di tebing-tebing.

Kopi Sarongge, subur dan terawat sebentar lagi berbunga dan berbuah / Foto : Erwin Rustiana

Pekan ini, seperti disampaikan Tosca Santoso pemilik Negri Kopi di Sarongge kepada INFOCIANJUR beberapa waktu lalu, pihaknya telah mengenalkan lagi kopi pada petani Sarongge Girang. Negri Kopi juga telah mengajak para petani menanam kopi di tebing batas kebun, atau untuk pagar pembatas dengan kebun lain.

Pertemuan pun digelar usai Jumatan di samping mushola. “Sehari sebelumnya, pertemuan serupa diadakan di Madrasah Lozi Girang Desa Cibeureum,” kata Tosca.

Menurut penulis buku Best Seller ‘Sarongge’ yang fenomenal itu, kalau seorang petani dapat menanam 300 batang saja, dalam tiga tahun kopinya akan mulai panen dan menghasilkan 7,5 kwintal gelondong/thn. Dengan harga gelondong petik merah Rp. 8.000, ia akan punya tambahan pendapatan Rp 6 juta. “Tambahan yg cukup penting untuk keluarga tani di sini. Sehari hari mereka akan tetap bergantung pada sayur,” katanya.

Pantauan INFOCIANJUR, Negri Kopi selama ini telah memberikan bibit gratis pada petani yg minat menanam kopi. Terutama untuk mereka yang berkebun di sekitar Sarongge. Desa-desa seperti Galudra, Nyalindung, Cibeureum, Ciherang dan Sukatani sangat cocok untuk bertanam kopi. Pertama menambah penghasilan petani. Kedua, memperkuat upaya konservasi. Merawat hutan di pinggir kampung mereka.

Tahun 2015-2016, Negri Kopi sudah membagikan 25 ribu bibit kopi di kawasan ini. “Sampai dua tahun ke depan, kami akan tambah 50 ribu bibit lagi. Semoga kontribusi kecil ini dapat menggiatkan petani untuk menanam kopi,” sambung Tosca.

Cianjur pernah punya sejarah penting dalam produksi kopi. Prestasi itu dapat diulang, dengan catatan membawa manfaat untuk petaninya.***

Similar Articles

Tinggalkan Balasan

Top