Bupati Cianjur Gerak Cepat Tanggapi Banjir, Bangunan Ilegal Akan Dievaluasi
Bupati Cianjur, dr. Wahyu didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Komarudin, langsung bergerak cepat meninjau sejumlah lokasi terdampak, termasuk di Kecamatan Karangtengah dan Sukaluyu. Kedua wilayah tersebut menjadi yang paling parah akibat luapan air, dengan ketinggian banjir mencapai 2 hingga hampir 7 meter.

INFOCIANJUR – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu malam (26/4/2025) menyebabkan banjir hebat yang merendam puluhan rumah warga dan merusak sejumlah infrastruktur.
Bupati Cianjur, dr. Wahyu didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Komarudin, langsung bergerak cepat meninjau sejumlah lokasi terdampak, termasuk di Kecamatan Karangtengah dan Sukaluyu. Kedua wilayah tersebut menjadi yang paling parah akibat luapan air, dengan ketinggian banjir mencapai 2 hingga hampir 7 meter.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan berat, mulai dari jalan-jalan yang tergerus, mobil hanyut, pintu rumah jebol, hingga perabotan yang ikut terseret arus.
“Hari ini kami menurunkan alat berat dibantu TNI/Polri dan Damkar untuk membersihkan puing-puing di dalam maupun di luar rumah warga yang terdampak,” ujar Bupati Wahyu, Minggu (27/4/2025).
Dalam tinjauannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan evaluasi terhadap perizinan bangunan yang dinilai menyalahi aturan, terutama yang berdiri di atas kawasan yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau, lahan pertanian, atau resapan air.
“Ke depan, kita akan lebih tegas. Lahan-lahan yang seharusnya diperuntukkan untuk pepohonan, pertanian, malah banyak yang dialihfungsikan menjadi perumahan, proyek, hingga pabrik. Ini harus segera dievaluasi,” tegasnya.
Sebagai langkah cepat, Pemkab Cianjur akan memprioritaskan pembersihan puing-puing dan normalisasi sungai-sungai yang melintasi kawasan padat penduduk. Selain itu, perbaikan tanggul-tanggul yang jebol akibat banjir juga menjadi fokus utama agar kejadian serupa tidak terulang.
Di akhir kunjungannya, Bupati Wahyu juga mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan turut memperparah penyumbatan aliran air yang berujung pada banjir.***



