SETANNYA CUAN PERTAMA TAYANG, PERDANA DI BANDUNG

 SETANNYA CUAN PERTAMA TAYANG, PERDANA DI BANDUNG

#INFOCJR — Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan warna baru melalui film komedi horor berjudul Setannya Cuan yang resmi diumumkan oleh rumah produksi RADEPA BLACK dan ATLAS PIXEL, beberapa waktu lalu. Film ini akan menggelar tayangan perdana di Bandung sebelum rilis nasional pada 5 Maret 2026 di seluruh jaringan bioskop Indonesia.

Transformasi judul dari Djoerig Salawe menjadi Setannya Cuan disebut bukan sekadar perubahan strategi pemasaran, melainkan representasi gagasan kreatif yang lebih kontekstual dengan realitas sosial masa kini. Film ini disebut sebagai “surat cinta” bagi pecinta horor-komedi Indonesia yang merindukan hiburan segar dengan balutan satire sosial.

Produser Eksekutif sekaligus penggagas cerita, dr. Robby Hilman Maulana, menjelaskan bahwa ide cerita lahir dari fenomena nyata di masyarakat, terutama obsesi terhadap angka keberuntungan dan praktik klenik demi memperoleh kekayaan secara instan.

“Kami ingin memotret bagaimana ‘cuan’ atau uang bisa mengubah perilaku manusia hingga berurusan dengan dunia gaib. Film ini memang diadaptasi dari peristiwa nyata yang pernah terjadi,” ujar Robby.

Film ini terinspirasi dari fenomena mistik nomor keberuntungan “salawe” atau angka dua puluh lima yang populer pada era 1980-an, khususnya di wilayah Cicalengka, Jawa Barat. Bandung dipilih sebagai lokasi tayang perdana karena menjadi latar kisah sekaligus muasal cerita yang diangkat.

Produser Avesina Soebli menyebut film ini menghadirkan pengalaman menonton yang “guyub”, di mana penonton dapat merasakan ketegangan sekaligus tawa dalam satu waktu.

“Kami ingin mengembalikan sensasi horor yang membuat penonton berteriak kaget lalu tertawa bersama. Ini hiburan yang dekat dengan keseharian dan sangat Indonesia,” katanya.

Sutradara Sahrul Gibran menambahkan, judul Setannya Cuan mencerminkan dinamika masyarakat modern yang berada di persimpangan tradisi mistis dan tuntutan ekonomi.

“Terkadang, isi dompet yang kosong jauh lebih horor daripada penampakan di rumah angker,” ujarnya.

Sebelumnya, film ini telah diputar secara terbatas melalui acara nonton bareng khusus di Karawang, Cikampek, dan Subang. Antusiasme penonton yang ditandai gemuruh tawa disebut menjadi indikator positif penerimaan publik.

Film bergenre komedi horor ini dibintangi Nadine Alexandra, Joe P Project, Fico Fachriza, Dimas Andrean, Anyun Cadel, Candil, Ben Kasyafani, Mega Carefansa, Gabriella Desta, Mongol Stres, Aming, dan Budi Dalton. Film ini juga menjadi kenangan mendalam bagi almarhum komika Babe Cabita yang turut terlibat dalam produksi.

Adapun sinopsis film mengisahkan dua jawara kampung, Adang (Joe P Project) dan Asep (Anyun Cadel), yang bersaing memperebutkan kursi lurah sekaligus hati seorang janda muda bernama Mince (Nadine Alexandra). Persaingan berubah menjadi petaka ketika praktik pesugihan dan perjudian togel melibatkan dukun Rojan (Candil), memicu rangkaian peristiwa supranatural yang menggemparkan warga.

Film ini diproduksi oleh RADEPA BLACK dan dijadwalkan menjadi salah satu tontonan alternatif menjelang bulan Ramadhan 2026, menghadirkan hiburan yang memadukan unsur horor, komedi, dan kritik sosial.***






infocianjur

http://infocianjur.dev

dari Cianjur untuk Indonesia