Dibantu Mahasiswa Pemkab Cianjur Serius Atasi Penanggulangan Stunting

 Dibantu Mahasiswa Pemkab Cianjur Serius Atasi Penanggulangan Stunting

BEM UNSUR kunjungi rumah korban Stunting di Kec. Cikalongkulon




#INFOCJR – Pemkab Cianjur Jabar serius melakukan penanganan dan penanggulangan stunting di wilayahnya, termasuk dengan melibatkan masyarakat dan mahasiswa. Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Cianjur, H. Tresna Gumelar, kepada INFOCIANJUR, Senin (5/2/2018)

Disebutkan Tresna, Indonesia ada di urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi stunting. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama.

Oleh karena itu, kata Tresna, Presiden telah mengintruksikan untuk penanggulangan stunting, khususnya di 100 Kabupaten/Kota  atau sebanyak 1.000 desa prioritas di seluruh tanah air. “Cianjur merupakan salah satu Kabupaten prioritas penanggulangan stunting,” sambung Tresna.

Menurut Tresna, ada 10 desa dari 354 desa dan 6 kelurahan di Kab. Cianjur yang kini tengah mendapat penanganan stunting antara lain Desa Kamurang Kecamatan Cikalongkulon, Desa Cikancana, Desa Ciwalen dan Desa Rawabelut Kecamatan Sukaresmi.

Kemudian Desa Kertaraharja Kecamatan Pagelaran, Desa Kertamukti Kecamatan Sindangbarang, Desa Cibuluh Kecamatan Cidaun, Desa Sukabungah Kecamatan Campakamulya, Desa Puncakwangi Kecamatan Leles dan Desa Pusakajaya Kecamatan Pasirkuda.

Menurut Tresna, penyebab kondisi stunting antara lain karena faktor gizi ibu saat hamil, kurangnya asupan makanan bergizi pada balita, penyakit infeksi, pola asuh, pengetahuan & pendididkan orang tua, serta rendahnya sosial ekonomi kelurga.

Begitu besarnya perhatian Pemkab Cianjur terhadap penanggulangan stunting sejak awal telah dilakukan berbagai upaya agar permasalahan kasus gizi buruk di Cianjur bisa mengalami penerunan secara terus menerus.

Menurut Tresna selama ini ada penurunan drastis data gizi buruk di Cianjur selama ini, misalnya  pada tahun 2016 ditemukan  323 kasus gizi  dan dirawat di rumah sakit  sebanyak 56 orang dan meninggal 25 orang. Pada tahun 2017 setelah dilakukan penanggulangan secara masif kasus gizi buruk menurun menjadi 176 kasus , dirawat di rumah sakit 20 orang dan  meninggal 7 orang.

“Kami yakin pada tahun-tahun mendatang kasus gizi buruk di Cianjur akan terus menurun karena Pemkab Cianjur terus melakukan berbagai penangan,” jelas Tresna.

Mahasiswa dari BEM UNSUR Cianjur dan GMNI mengunjungi rumah orang tua korban Stunting di Desa Kamurang Kec. Cikalongkulon / Foto : Robi Supiandi (GMNI).

Terpisah sebelumnya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Suryakancana (UNSUR) pertanyakan kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur terkait masalah stunting. Namun demikian para mahasiswa mengapresiasi langkah penanganan cepat terkait penanggulangan stunting ini.

“Dinas Kesehatan Kab. Cianjur termasuk Puskesmas dan Posyandu harus terus didorong untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan kinerja dalam penanganan gizi buruk yang menjadi penyebab kondisi stunting,” kata Presiden Mahasiswa UNSUR Cianjur, Muhammad Luthfi Aziz didampingi Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasionalis Cianjur, Robi Supiandi kepada INFOCIANJUR, Senin (5/2/2018).
Untuk menelusuri kejadian stunting di Cianjur sejumlah mahasiswa Cianjur dari BEM UNSUR dan GMNI setempat meninjau sejumlah lokasi yang tengah dalam penanggulangan stunting. Para mahasiswa bahkan sempat mengunjungi rumah salah satu korban stunting, Rega Septian 8 tahun dan balita 1 tahun warga RT. 02/01 Desa Kamurang Kec. Cikalongkulon.
“Prinsipnya kami sebagai mahasiswa akan membantu pemerintah dan dinas terkait agar permasalahan gizi buruk dan penanganan stunting di Cianjur bisa segera tuntas ditangani,” kata Robi Supiandi.***



infocianjur

http://infocianjur.dev

dari Cianjur untuk Indonesia