Syarief Hasan Lakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Tahap III di Pacet

 Syarief Hasan Lakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Tahap III di Pacet

Wakil Ketua MPR RI Prof. Dr. Sjarifuddin Hasan, MM., MBA




#INFOCJR – Wakil Ketua MPR RI Prof. Dr. Sjarifuddin Hasan, MM., MBA melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Tahap III tahun 2022 di Aula Kantor Kecamatan Pacet, Sabtu (4/6/22) lalu.

Sebanyak 200 orang warga Pacet antusias menyimak pemaparan tentang Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Prof. Dr. Sjarifuddin Hasan, MM., MBA juga mengatakan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik dan benar pada saat ini sangat dibutuhkan, mengingat bahwa pada saat ini nilai-nilai luhur Pancasila telah memudar atau belum dimaknai dengan sebenarnya atau dengan sesungguhnya.

Menurut pria yang akrab disapa Syarief Hasan, padahal di dalam Pancasila itu terkandung makna utuh dan menyeluruh tentang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang merupakan ciri khas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Wakil Ketua MPR RI Prof. Dr. Sjarifuddin Hasan, MM., MBA
Wakil Ketua MPR RI Prof. Dr. Sjarifuddin Hasan, MM., MBA

Secara singkat, bahan materi pertanyaan dari audiens yang dominan ditanyakan dan didiskusikan pada acara sosialisasi 4 Pilar tersebut adalah:

1. Bagaimana arah dan prioritas kebijakan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan negara yang adil dan makmur? Seringkali pemerintah justru membuat kebijakan yang mengundang kontroversi serta menuai protes dari banyak kalangan. Situasi terkini berkaitan dengan kelangkaan dan naiknya harga barang kebutuhan pokok, terutama minyak goreng dan daging, bagaimana pemerintah memitigasi dan menyiapkan solusinya?

2. Bagaimana penanganan wabah covid-19 yang telah meruntuhkan sendi kehidupan masyarakat. Banyak warga yang mengalami kesulitan ekonomi guna memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Apakah kebijakan jaring pengaman sosial (social safety net) telah diimplementasikan secara optimal dan tepat sasaran?

3. Masalah tentang jaminan kesehatan bagi masyarakat utamanya masyarakat menengah ke bawah, misalnya mengapa program BPJS dan Jamkesda, kurang terperhatikan, sementara masyarakat telah bergantung pada program BPJS dan Jamkesda ini yang telah terbukti selama pemerintahan terdahulu (SBY).

4. Masalah tentang pengangguran dan kemiskinan juga menguat dalam acara sosialisasi 4 pilar ini, masyarakat menanyakan program-program pemerintah yang pro rakyat yang bisa menurunkan kemiskinan dan pengangguran. Hal ini menjadi sangat penting karena di tengah kelesuan perekonomian, bagaimana strategi dan kebijakan pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan?

5. Komunikasi yang dibangun melalui media sosialisasi 4 pilar ini, perlu dilakukan berkelanjutan, sebagai sarana penguatan nilai-nilai civil society dalam rangka penanaman nilai-nilai luhur dan cita-cita luhur yang terkandung dalam Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.

Oleh karena itu, disebutkan Prof. Dr. Sjarifuddin Hasan, MM., MBA, bahwa pondasi hidup masyarakat, bangsa Indonesia (landasan hidup, falsafah hidup), adalah Pancasila. Pancasila sebagai perekat bangsa, (pemersatu bangsa), harus menjadi cermin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Kemajemukan dan perbedaan, harus menjadi satu kekuatan utuh dan menyeluruh dari bangsa Indonesia. Ciri khas masyarakat dan bangsa Indonesia yang ramah, bergotong royong, harus dicerminkan dalam perilaku sehari-hari. Masyarakat jangan mau dipecah belah, diadu domba, hanya karena kepentingan yang tidak bermanfaat, perbedaan harus menjadi suatu kekuatan dan kekayaan, termasuk masyarakat harus bersatu padu,” paparnya.

Hadir pada kesempatan Wakil Ketua MPR RI Prof. Dr. Sjarifuddin Hasan, MM., MBA, Camat Pacet Yudi Suhartoyo, Anggota DPRD Cianjur, Lika Nurhayati, DPAC Partai Demokrat Pacet Asep Kurniawan, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.***(Ris)




infocianjur

http://infocianjur.dev

dari Cianjur untuk Indonesia