Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika Reses di Dapil IV, Bahas Sampah hingga Fasilitas Ibadah

 Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika Reses di Dapil IV, Bahas Sampah hingga Fasilitas Ibadah

Ketua DPRD Cianjur, Ir. Hj. Metty Triantika, MT, saat reses di Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, membahas persoalan sampah, kesehatan, dan lingkungan.

InfoCianjur – Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ir. Hj. Metty Triantika, MT, melanjutkan agenda Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) IV. Setelah sebelumnya menyerap aspirasi masyarakat Ciranjang dan Mande, pada Rabu (17/9/2025) Metty hadir di Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, serta Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi.

Kehadiran Metty yang juga Bendahara Umum DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat itu disambut antusias oleh warga, tokoh masyarakat, kader posyandu, hingga komunitas seni dan budaya.

Di Desa Sukaratu, sejumlah persoalan mengemuka mulai dari kesehatan, infrastruktur, hingga lingkungan. Masalah sampah menjadi sorotan utama. Warga berharap adanya sosialisasi dan sistem tata kelola sampah yang lebih baik.

Menanggapi hal tersebut, Metty menegaskan komitmennya untuk memberi perhatian khusus. Ia menyebut Sukaratu berpotensi menjadi desa percontohan dalam penanganan sampah terpadu. “Kita tunjukkan bahwa penanganan sampah bisa dilakukan bersama-sama dengan melibatkan seluruh warga,” ujarnya.

Sementara itu, aspirasi warga Cihea lebih banyak terkait infrastruktur dan fasilitas dasar. Jalan desa yang membentang panjang – bahkan disebut sebagai jalan terpanjang di Kecamatan Haurwangi maupun di Dapil IV – menjadi keluhan utama. Warga berharap pembangunan jalan segera terealisasi demi memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi.

Selain jalan, warga juga menyampaikan kebutuhan rumah layak huni serta fasilitas ibadah, khususnya MCK Masjid Jami. Menanggapi hal ini, Metty berjanji akan mengawal agar aspirasi tersebut masuk dalam agenda pembangunan Pemkab Cianjur. “Jalan, rumah layak huni, hingga fasilitas ibadah adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Metty juga menyoroti ketersediaan air bersih melalui program sumur bor, pentingnya ketahanan pangan berbasis pertanian, serta akses layanan kesehatan, khususnya terkait BPJS. Ia menilai masalah administrasi dan keterbatasan fasilitas masih menjadi kendala bagi warga.

Tak hanya itu, Metty menekankan pentingnya pemutakhiran data bansos agar program sosial lebih tepat sasaran. “Tanpa data akurat, bantuan bisa salah sasaran. Dengan basis data yang kuat, setiap kebijakan akan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Rangkaian reses ini, kata Metty, merupakan bentuk konsistensinya dalam menyerap aspirasi warga secara langsung. Ia ingin pembangunan di Cianjur berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat dengan tetap berlandaskan kearifan lokal, lingkungan yang sehat, dan partisipasi aktif warga.***






infocianjur

http://infocianjur.dev

dari Cianjur untuk Indonesia