Mahasiswa MPBSI Unsur Serahkan Bantuan Buku Linguistik Forensik ke Perpusda Cianjur

#INFOCJR – Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBSI) Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur menyerahkan bantuan buku karya akademik kepada Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Cianjur, sebagai bagian dari kontribusi kampus dalam memperkuat literasi publik berbasis keilmuan.
Penyerahan dilakukan oleh Wandi selaku koordinator mahasiswa MPBSI, mewakili rekan-rekannya. Bantuan diterima langsung oleh Ibu Riana, perwakilan Perpusda Cianjur. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana dialogis yang menegaskan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan lembaga literasi daerah.
Buku yang diserahkan berjudul Linguistik Forensik: Analisis Bahasa dalam Penegakan Hukum dan Keadilan. Karya ini mengangkat peran bahasa sebagai alat bukti ilmiah dalam proses hukum, dengan menguraikan pendekatan linguistik forensik sebagai disiplin interdisipliner yang menghubungkan bahasa, hukum, dan teknologi.
Secara substantif, buku tersebut membahas berbagai metode analisis bahasa, mulai dari fonetik forensik untuk mengidentifikasi suara, analisis gaya bahasa (stilometri), hingga kajian wacana untuk menafsirkan makna ujaran dalam konteks hukum. Pembahasan diperluas pada praktik konkret seperti pemeriksaan keaslian dokumen, identifikasi penulis anonim, serta analisis ujaran dalam kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian, termasuk dalam ruang digital.
Tidak hanya berhenti pada aspek teknis, buku ini juga menyoroti dimensi etik, seperti potensi bias dalam interpretasi bahasa, isu privasi, serta tanggung jawab profesional analis linguistik. Dengan demikian, buku ini menghadirkan perspektif kritis bahwa penegakan hukum berbasis bahasa menuntut ketelitian ilmiah sekaligus integritas moral.
Wandi menyampaikan bahwa karya yang diserahkan merupakan hasil proses akademik yang diharapkan dapat memberi manfaat luas. “Pengetahuan tidak boleh berhenti di ruang kelas. Buku ini kami harapkan menjadi rujukan bagi masyarakat, mahasiswa, hingga praktisi hukum dalam memahami peran bahasa dalam keadilan,” ujarnya.
Sementara itu, petugas dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Cianjur, Riana, mengapresiasi kontribusi mahasiswa Unsur yang dinilai konsisten dalam mendukung pengayaan koleksi perpustakaan.
Ia menegaskan bahwa penyerahan bantuan buku dari Unsur bukan kali pertama dilakukan, dan kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan di Cianjur.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa MPBSI Unsur tidak hanya menunjukkan produktivitas akademik, tetapi juga memperluas fungsi ilmu sebagai kekuatan sosial—menghubungkan pengetahuan, hukum, dan masyarakat dalam satu ruang refleksi yang lebih adil dan terbuka.



