HukumJawa BaratKriminalNEWSSeputar Cianjur

Pemuda Bertato Ketahuan Curi HP di Pasar Cibeber




#INFOCJR – Seorang pemuda diduga mabuk berinisial TAH (30) warga kampung Mayak Empang Rt.001/004, desa Mayak, kecamatan Cibeber, nyaris dihakimi masa, setelah terbukti mencuri sebuah HP android milik seorang pedagang di pasar Cibeber, Rabu, (11/05/2022).

Pemuda yang tubuhnya dipenuhi tatto tersebut tidak bisa berkutik, saat digeledah oleh petugas keamanan pasar Cibeber, disaksikan kepala pasar Cibeber Enang Suherlin, ditemukan HP android milik Lina Intan Tarlina (43) seorang pedagang kue di blok C3 pasar Cibeber dibawa ke kantor pasar Cibeber yang hilang sekitar 30 menit sebelumnya.

Saat pelaku dibawa ke kantor pasar Cibeber, masa yang geram dengan kelakuan pelaku yang sering membuat resah, yang kerap berkeliling pasar sambil mabuk itu, merangsak masuk kantor, untuk menghakiminya, namun petugas kepolisian dari Polsek Cibeber, Panit 2 Binmas Aiptu Kankan Nurul Huda bersama anggota unit Reskrim, Bripka Despi dengan cepat mengamankan pelaku, dan segera dibawa mobil Patroli ke Mapolsek Cibeber.

Saat pelaku akan dibawa ke Mapolsek Cibeber, Panit 1 Binmas Polsek Cibeber, Aiptu Kankan Nurul Huda, menenangkan massa yang geram, untuk tidak berbuat perbuatan melanggar hukum, dengan menghakimi pelaku.

Saksi mata Gagan (pengurus K5) menuturkan, kejadian berawal saat pelaku yang diduga mabuk, mendatangi kios jajanan kue milik korban untuk membeli dodol, dikarenakan pelaku mabuk, korbanpun keluar dari kios menunggu sampai pelaku pergi, namun stelah kembali ke kios, HP android miliknya raib, korbanpun melapor ke petugas keamanan pasar (K5).

“Setelah dicari pelaku sudah keluar dari area pasar, namun akhirnya ketemu pelaku sedang berada di seputaran alun alun Cibeber, dan petugas keamanan pasarpun membawa pelaku ke kantor pasar Cibeber,” ujar Gagan.

Ia mengatakan, karena dugaan kuat TAH adalah pelaku yang mengambil HP android milik korban, petugaspun menggeledah saku dan tas pinggang milik pelaku.

“Ditemukan barang bukti HP android milik korban di dalam tas pinggang pelaku. Pelaku pun kita bawa ke Mapolsek Cibeber untuk diamankan” paparnya.*** (Ghienz)




1608 posts

About author
dari Cianjur untuk Indonesia
Articles
Related posts
Jawa BaratNEWSSeputar Cianjur

ARWT Cianjur Akan Tambahkan Insentif RT RW Jadi 500 Ribu

1 Mins read
#INFOCJR – Ketua Asosiasi Rukun Warga dan Tetangga (ARWT) Kabupaten Cianjur, mengaku sudah melaksanakan Pengajuan untuk tambahan insentif para RT di Kabupaten Cianjur. “Sudah, kan asalnya 400 ribu ditambahin 100 ribu jadi 500 ribu,” ujar Ketua ARWT Indonesia DPC Cianjur, Ichwan Nez, di Cianjur, Kamis (26/5/2022).
Cianjur ManjurJawa BaratNEWSSeputar Cianjur

Ketua Koni Jabar Lantik Pengurus Koni Cianjur Masa Bakti 2022-2026

1 Mins read
#INFOCJR – Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Jawa Barat, Ahmad Saefudin, melantik Ketua Umum KONI Kabupaten Cianjur masa bakti 2022-2026 Muhammad Abdul Azis Sefudin dengan pengurus lainnya di Pancaniti Pendopo Cianjur, Kamis (26/05/2022). Ahmad Saefudin mengatakan, saat ini olahraga di Jawa Barat menjadi barometer, bahkan telah dipertimbangkan oleh Kemenpora. Kendati demikian, menurut Ahmad, olahraga ini membutuhkan anggaran, untuk kebutuhan para atlet, tentunya diperlukan keseriusan di setiap wilayah.
Jawa BaratNEWSSeputar Cianjur

Warga Desa Margaluyu Tanggeung Geruduk Kejari Cianjur, Pertanyakan Proses Laporan Kasus Kades Bermasalah

2 Mins read
#INFOCJR – Puluhan warga masyarakat Desa Margaluyu, Kecamatan Tanggeung Cianjur Selatan, beserta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Prabhu Indonesia melakukan aksi unjuk rasa (Unras) ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, Rabu (25/05/2022). Aksi unras tersebut dalam rangka mempertanyakan terkait proses laporan beberapa kasus Kepala Desa Margaluyu, Kecamatan Tanggeung yang beberapa bulan lalu mereka laporkan ke Kejaksaan Negeri Cianjur. “Aksi ini kita lakukan untuk mempertanyakan terkait laporan yang kita sampaikan soal Kades Margaluyu, yang sampai saat ini belum ada titik terang prosesnya,” ucap Hendra Malik, Koordinator Aksi yang juga Ketua LSM Prabhu Indonesia di sela-sela aksi. Hendra menerangkan dari hasil audensi dengan pihak Kejaksaan Negeri Cianjur yang diwakili Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Brian Kukuh Mediarto, pihak Kejari Cianjur berjanji akan secepatnya melakukan tahapan proses terkait laporan tersebut. “Alhamdulillah tadi kita telah diterima kasi pidsus mewakili Kejari Cianjur dan telah meyakinkan warga Margaluyu bahwa minggu depan akan ada proses pemanggilan terhadap Kepala Desa,” terang Hendra. Hendra menegaskan jika minggu depan tidak ada pemanggilan kepada oknum kades tersebut sesuai janji pihak Kejari Cianjur, pihaknya beserta seluruh warga Desa Margaluyu akan mengepung Kejari Cianjur. “Jika minggu depan tidak ada pemanggilan terhadap oknum kades tersebut, kami pasitikan kita dan seluruh warga Margaluyu akan mengepung kantor Kejari Cianjur, untuk kembali menagih janji,” tegas Hendra. Sementara itu Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Cianjur, Brian Kukuh Mediarto mengatakan, pihaknya akan mengupayakan secepatnya melakukan proses terkait laporan masyarakat ini. “Dengan kemampuan SDM yang ada secepatnya kita upayakan proses terkait full data dan full bucket soal laporan ini, insyaallah mulai minggu depan kita mulai prosesnya,” kata Brian. Brian menjelaskan sebagai awal proses pihaknya akan melakukan proses pemanggilan terhadap yang bersangkutan atau terlapor untuk mengetahui terkait apa yang dilaporkan serta data apa yang dibawa. “Proses awal kita akan lakukan pemanggilan terhadap terlapor dulu, untuk mengetahui terkait apa yang dilaporkan,” jelas Brian. Brian menegaskan tidak ada perkara yang tidak diproses, pasti semuanya akan diproses hanya memang butuh waktu apalagi dengan kondisi secara fakta Kejari Cianjur tenaga SDM-nya terbatas yang mungkin menjadi kendala dalam mempercepat proses perkara atau laporan. “Kendalanya agak klasik juga tapi faktanya memang begitu tenaga SDM kita terbatas, namun kita tegaskan tidak ada perkara yang tidak diproses pasti semuanya akan diproses dan butuh waktu,” tandas Brian. Diketahui warga Desa Margaluyu, Kecamatan Tanggeung melaporkan Kepala Desa Margaluyu ke Kejaksaan Negeri Cianjur pada tanggal 17 Februari 2022 atas dugaan penyelewengan dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2020 dan 2021 serta dugaan pemotongan dana bansos. Dugaan penyelewengan anggaran tersebut terungkap menyusul pengakuan oknum Kades dan BPD yang akan mengembalikan dana bersumber dari DD dan ADD sebesar Rp 212 juta. (Ghienz)