Jawa BaratKriminalNEWSSeputar Cianjur

Polsek Warungkondang Bekuk Tersangka Pengeroyokan dan Pembunuhan




#INFOCJR – Polsek Warungkondang berhasil membekuk lima tersangka kasus pengeroyokan dan perencanaan pembunuhan oleh salah satu geng motor terhadap korbannya yang sama-sama merupakan geng motor. Salah satu tersangka terpaksa diberikan timah panas karena mencoba melarikan diri.

Kapolsek Warungkondang, Kompol Surachman mengatakan, kronologis penangkapan lima pelaku ini dimulai dari dua tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda, yang dua-duanya adalah merupakan penganiayaan berat.

“TKP yang pertama pada saat salah satu kelompok motor sedang membagikan takjil diserang, kemudian terjadi kekerasan dengan cara dibacok sehingga mengakibatkan luka berat,” kata dia kepada wartawan, di Mapolsek Warungkondang, Rabu (11/5).

Suracham melanjutkan, TKP yang kedua di Jambudipa, yang mana tersangkanya juga merupakan YB, sementara korban berinisial YM yang mengalami luka cukup parah.

“Jadi untuk kasus yang kedua itu direncanakan, ada perencanaan percobaan pembunuhan sebagaimana diatur dalam pasal 3 40 53. Jadi untuk para tersangka ini punya peran masing-masing dalam kasus yang TKP nya di Jambudipa dari mulai perencana, pengundang dan eksekutor semuanya dari lima ini,” ungkap Surachman.

Kompol Suracham mengungkapkan, untuk tersangka YB ini ada dua TKP plus juga TKP tambahan yaitu pada saat ditangkap dia membawa anak di bawah umur.

“Memang setelah kami introgasi terhadap korbannya gadis di bawah umur beberapa kali dilakukan persetubuhan di tempat yang berbeda,” ungkap Surachman.

Kompol Suracham mengatakan, pada saat melakukan aksi rata-rata dipengaruhi oleh miras, dan pada saat TKP Jambudipa juga dipengaruhi oleh miras.

“Jadi salah satu dari pada penyuruh itu hanya karena benci. Korban luka parah okname, kalau dilihat secara kasat mata di luar dari pada visum mungkin lukanya itu sampai 50 jahitan, di pinggang dan punggung. Barang bukti yang diamankan satu bilah golok, satu bilah cerulit, kemudian kaos korban, dan HP yang digunakan untuk mengundang korban untuk datang ke TKP,” katanya.

Pada saat penangkapan, terpaksa dilakukan upaya paksa dengan tindakan tegas terukur karena melarikan diri.

“Untuk pasal yang dikenakan terhadap para tersangka ini pasal 340 junto pasal 53, artinya pasal pembunuhan berencana tetapi itu baru percobaan makannya kami juntokan di pasal 53. Ancaman hukumannya 15 tahun sampai seumur hidup,” pungkasnya.***(Ghienz)




1608 posts

About author
dari Cianjur untuk Indonesia
Articles
Related posts
Jawa BaratNEWSSeputar Cianjur

ARWT Cianjur Akan Tambahkan Insentif RT RW Jadi 500 Ribu

1 Mins read
#INFOCJR – Ketua Asosiasi Rukun Warga dan Tetangga (ARWT) Kabupaten Cianjur, mengaku sudah melaksanakan Pengajuan untuk tambahan insentif para RT di Kabupaten Cianjur. “Sudah, kan asalnya 400 ribu ditambahin 100 ribu jadi 500 ribu,” ujar Ketua ARWT Indonesia DPC Cianjur, Ichwan Nez, di Cianjur, Kamis (26/5/2022).
Cianjur ManjurJawa BaratNEWSSeputar Cianjur

Ketua Koni Jabar Lantik Pengurus Koni Cianjur Masa Bakti 2022-2026

1 Mins read
#INFOCJR – Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Jawa Barat, Ahmad Saefudin, melantik Ketua Umum KONI Kabupaten Cianjur masa bakti 2022-2026 Muhammad Abdul Azis Sefudin dengan pengurus lainnya di Pancaniti Pendopo Cianjur, Kamis (26/05/2022). Ahmad Saefudin mengatakan, saat ini olahraga di Jawa Barat menjadi barometer, bahkan telah dipertimbangkan oleh Kemenpora. Kendati demikian, menurut Ahmad, olahraga ini membutuhkan anggaran, untuk kebutuhan para atlet, tentunya diperlukan keseriusan di setiap wilayah.
Jawa BaratNEWSSeputar Cianjur

Warga Desa Margaluyu Tanggeung Geruduk Kejari Cianjur, Pertanyakan Proses Laporan Kasus Kades Bermasalah

2 Mins read
#INFOCJR – Puluhan warga masyarakat Desa Margaluyu, Kecamatan Tanggeung Cianjur Selatan, beserta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Prabhu Indonesia melakukan aksi unjuk rasa (Unras) ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, Rabu (25/05/2022). Aksi unras tersebut dalam rangka mempertanyakan terkait proses laporan beberapa kasus Kepala Desa Margaluyu, Kecamatan Tanggeung yang beberapa bulan lalu mereka laporkan ke Kejaksaan Negeri Cianjur. “Aksi ini kita lakukan untuk mempertanyakan terkait laporan yang kita sampaikan soal Kades Margaluyu, yang sampai saat ini belum ada titik terang prosesnya,” ucap Hendra Malik, Koordinator Aksi yang juga Ketua LSM Prabhu Indonesia di sela-sela aksi. Hendra menerangkan dari hasil audensi dengan pihak Kejaksaan Negeri Cianjur yang diwakili Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Brian Kukuh Mediarto, pihak Kejari Cianjur berjanji akan secepatnya melakukan tahapan proses terkait laporan tersebut. “Alhamdulillah tadi kita telah diterima kasi pidsus mewakili Kejari Cianjur dan telah meyakinkan warga Margaluyu bahwa minggu depan akan ada proses pemanggilan terhadap Kepala Desa,” terang Hendra. Hendra menegaskan jika minggu depan tidak ada pemanggilan kepada oknum kades tersebut sesuai janji pihak Kejari Cianjur, pihaknya beserta seluruh warga Desa Margaluyu akan mengepung Kejari Cianjur. “Jika minggu depan tidak ada pemanggilan terhadap oknum kades tersebut, kami pasitikan kita dan seluruh warga Margaluyu akan mengepung kantor Kejari Cianjur, untuk kembali menagih janji,” tegas Hendra. Sementara itu Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Cianjur, Brian Kukuh Mediarto mengatakan, pihaknya akan mengupayakan secepatnya melakukan proses terkait laporan masyarakat ini. “Dengan kemampuan SDM yang ada secepatnya kita upayakan proses terkait full data dan full bucket soal laporan ini, insyaallah mulai minggu depan kita mulai prosesnya,” kata Brian. Brian menjelaskan sebagai awal proses pihaknya akan melakukan proses pemanggilan terhadap yang bersangkutan atau terlapor untuk mengetahui terkait apa yang dilaporkan serta data apa yang dibawa. “Proses awal kita akan lakukan pemanggilan terhadap terlapor dulu, untuk mengetahui terkait apa yang dilaporkan,” jelas Brian. Brian menegaskan tidak ada perkara yang tidak diproses, pasti semuanya akan diproses hanya memang butuh waktu apalagi dengan kondisi secara fakta Kejari Cianjur tenaga SDM-nya terbatas yang mungkin menjadi kendala dalam mempercepat proses perkara atau laporan. “Kendalanya agak klasik juga tapi faktanya memang begitu tenaga SDM kita terbatas, namun kita tegaskan tidak ada perkara yang tidak diproses pasti semuanya akan diproses dan butuh waktu,” tandas Brian. Diketahui warga Desa Margaluyu, Kecamatan Tanggeung melaporkan Kepala Desa Margaluyu ke Kejaksaan Negeri Cianjur pada tanggal 17 Februari 2022 atas dugaan penyelewengan dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2020 dan 2021 serta dugaan pemotongan dana bansos. Dugaan penyelewengan anggaran tersebut terungkap menyusul pengakuan oknum Kades dan BPD yang akan mengembalikan dana bersumber dari DD dan ADD sebesar Rp 212 juta. (Ghienz)